Gakuen Babysitters BD・DVD 01 Tokuten Drama CD Translation

Gakuen Babysitters BD・DVD 01 Tokuten Drama CD Translation

Terjemahan bahasa Indonesia untuk bonus drama cd dari anime Gakuen Babysitters Volume 1. Setelah kematian orangtua mereka yang tiba-tiba akibat kecelakaan pesawat, kakak beradik Kashima Ryuuichi dan Kotarou menjadi yatim piatu. Ketua dari sebuah sekolah bergengsi, Morinomiya Academy, menawarkan diri untuk merawat mereka, memberikan tempat tinggal dan biaya sekolah dengan syarat Ryuuichi harus menjadi pengasuh anak (babysitter) di pusat penitipan anak milik sekolah tersebut.

Gakuen Babysitters

Judul : Si Kerudung MerahAkazukin赤ずきん
Featuring : Kashima Ryuuichi, Kotarou dan Saikawa-san

Kotarou meminta Ryuuichi untuk membacakannya sebuah buku yang berjudul Si Kerudung Merah. Seperti halnya Kerudung Merah, Kotarou juga ingin menjenguk baa-cha (nenek) yang sedang sakit. Bagaimanakah ceritanya?

Catatan penting » dilarang meng-copy atau mempublikasi ulang terjemahan ini. Saya masih belajar bahasa jepang jadi kesalahan terjemahan tidak bisa dihindari (jika ada) dan bisa juga interpretasi saya dengan kamu berbeda. Jika kamu menemukan kesalahan terjemahan dan bersedia mengoreksinya, tolong kasih tau saya ya ♥

 Gakuen Babysitters BD・DVD 01 Tokuten Drama CD Translation

Gakuen Babysitters bonus drama cd menampilkan Kashima Kotarou dan Kashima Ryuuichi. Si Kerudung Merah.
Ya! (dikatakan dalam bahasa bayi)
Pada zaman dahulu kala, disuatu tempat terdapat seorang gadis kecil yang manis. Gadis kecil tersebut sangat disayangi oleh orang-orang disekitarnya. Diantara orang-orang tersebut, yaitu sang nenek, sangat menyayangi si gadis kecil melebihi siapapun. Suatu hari nenek membuatkan kerudung merah untuk gadis kecil yang sangat dicintainya itu. Karena kerudung itu sangat cocok dengan si gadis kecil jadi dia dipanggil Akazukin-chan.

Nii-cha... (Kakak... )

Eh? Ada apa, Kotarou? 

Zuki? (Kerudung?)

Ah, iya ya. Kamu kan masih belum tahu apa itu kerudung. Kerudung adalah... Eh... Nah, coba lihat. Disini ada sapu tangan berwarna merah kan? Jadi, seperti ini. Jika aku menaruhnya dikepalamu seperti ini... (Huh?) Nah, sudah selesai. Kerudung itu bentuknya seperti ini. Coba sekarang lihat dicermin.

Oh. Zuki! (Oh. Kerudung!)

Yup yup cocok sekali denganmu. Kamu seperti si kerudung merah sungguhan, Kotarou.

Ya! o(*^▽^*)o (dikatakan dalam bahasa bayi)

Kashima Kotarou

Tok tok tok...

Ah, ya?

Pintu dibuka.

Maaf mengganggu pembicaraan kalian.

Ah, Saikawa-san. Jadi bagaimana keadaan obaa-san?

*Saya menggunakan nenek sebagai panggilan untuk neneknya Akazukin sedangkan obaa-san/baa-cha/ketua adalah panggilan untuk pemilik Morinomiya Academy dan orang yang menawarkan diri sebagai wali yang baru untuk Kashima bersaudara setelah orangtua mereka meninggal.

Dokter bilang ketua hanya terkena flu ringan. Sekarang beliau sedang beristirahat dikamarnya.

Oh, begitu ya? Syukurlah.

"Akan sangat merepotkan jika penyakitku menular. Jadi jangan sampai mereka mendekati kamar ini. Hmph." Begitulah pesan ketua.

Heheh, iya. Aku mengerti.

Ngomong-ngomong, penampilan Kotarou ini... mungkinkah... si kerudung merah?

Ah, iya. Aku sedang membacakannya sebuah buku bergambar. Tapi dia tidak mengerti apa itu kerudung jadi aku menaruh sapu tangan dikepalanya seperti ini (untuk membuat dia mengerti). Ya kan?

Kota... adalah Zuki-cha... (Kota... adalah Kerudung Merah...)

Ah, sangat menggemaskan sekali...

Karena hari ini hari libur, jadi kami tidak akan kemana-mana. Kalau ada yang bisa kami bantu, tolong jangan sungkan (untuk meminta bantuan kami), Saikawa-san.

Terima kasih banyak. Kalau begitu saya akan menyiapkan makanan jadi silakan kalian berdua lanjutkan membaca bukunya.

Pintu ditutup.

Semoga nenek lekas sembuh ya, Kotarou.

Ya! (dikatakan dalam bahasa bayi)

Jadi, sekarang mari kita lanjutkan membaca buku. Sampai dimana ya kita tadi?

Nii-cha, sampai "kerudung merah".

Ah, iya ya. Kita sampai disitu ya? Jadi, kita lanjutkan ya?

Ya! (dikatakan dalam bahasa bayi)

Suatu hari, ibu memanggil Akazukin, "Tolong kesini sebentar, Akazukin. Lihat, disini ada makanan manis dan sebotol budoushu kan? Bisakah kamu menjenguk dan membawakan ini kerumah nenek? Nenek sedang sakit. Jika kita memberikan ini, nenek pasti akan merasa lebih baik.

*Budoushu atau wine adalah minuman beralkohol yang dibuat dari fermentasi buah anggur.

Menjenguk... Nenek...?

Yup yup. Menjenguk nenek yang sedang sakit... Ah, yang dimaksud dengan menjenguk adalah mengunjungi (mengunjungi serta memberikan sesuatu kepada) orang yang sakit dengan harapan orang tersebut akan menjadi lebih baik.

*Dikonteks ini menurut saya, omimai yang dimaksud adalah ketika kita pergi untuk menjenguk seseorang yang sedang sakit, biasanya kita membawa sesuatu seperti bunga atau buah-buahan. Nah, "sesuatu yang diberikan" tersebut yang dinamakan omimai. Tapi karena kosa kata saya terbatas dan saya nggak tau apa ungkapan buat "sesuatu" tersebut, jadi saya pakai "menjenguk" saja. Meskipun menjenguk juga arti dari kata tsb.

Ya. Baa-cha... Menjenguk. Aku juga akan melakukannya!

Kotarou mengambil buku yang dipegang Ryuu.

Eh? Tunggu. Mau kemana kamu dengan buku itu, Kotarou?

Beberapa saat kemudian...

Heh? Jadi kamu ingin kesini? Ke dapur?

Ya! (dikatakan dalam bahasa bayi)

Ryuuichi-sama dan Kotarou-sama? Apakah ada sesuatu yang terjadi?

*Panggilan akhiran -sama biasa digunakan untuk menyebut orang dengan tingkat yang lebih tinggi dari dirinya. Bisa juga digunakan untuk memanggil orang yang sangat kita kagumi.

Ah, maaf. Tadi aku menjelaskan tentang "omimai" kepada Kotarou, tiba-tiba dia...

Baa-cha... Menjenguk...

Ah, apakah kamu ingin membuat sesuatu untuk diberikan kepada obaa-san?

Ya! Ingin membuat... Jus ini... (menunjuk gambar)

Ah, itu sih bukan jus, tapi budoushu.

Budoushu...?

Ah, budoushu adalah minuman yang beralkohol. Ah, tapi mungkin bisa dibilang mirip sebagai pengganti obat?

Obat? Ah, lemo-cha?

*Lemo-cha adalah buah lemon, jika kamu pernah membaca manga atau menonton anime gakubaby, ada kan bagian dimana Ryuuichi demam dan Kotarou membantu obaa-san membuat minuman lemon. Karena Kotarou masih kecil, dia seringkali tidak bisa menyebut huruf n.

Yup yup. Kamu kan pernah memeras lemon dengan obaa-san untuk kakak yang lagi sakit waktu itu, Kotarou. Benar juga, daripada budoushu, minuman lemon yang hangat bisa menghangatkan badan dan mungkin obaa-san juga akan senang menerimanya.

Lemo-cha... Menjenguk...

Eh? Jadi kamu ingin memeras lemon untuk obaa-san?

Ya! (dalam bahasa bayi)

Ryuuichi-sama, saya sudah menyiapkan lemonnya disini untuk diperas. Jika anda tidak keberatan, maukah anda memerasnya dengan Kotarou-sama?

Te... Terima kasih banyak. Saikawa-san memang luar biasa. Cepat tanggap sekali.

Kota... akan membuat lemo-cha... dengan semangat!

Lalu, Kotarou memeras lemon untuk obaa-san yang sedang sakit. Aku juga membantu sedikit... eh, tidak, meskipun sebenarnya aku yang membantunya memeras lebih dari setengahnya.

Haaah, kamu sudah bekerja keras, Kotarou.

Sudah selesai! ^^

Yup. Kita menghasilkan banyak perasan air lemon.

Ya! (dikatakan dalam bahasa bayi)

Kalau begitu saya akan menggunakan perasan ini untuk membuat minuman lemon yang hangat.

Terima kasih, Sa-cha o(*^▽^*)o

Tidak masalah. Ah, dengan melihat penampilan anda Kotarou si kerudung merah yang sangat menggemaskan ini saja, saya sudah sangat bersyukur sekali.

Ya! o(*^▽^*)o (dikatakan dalam bahasa bayi)

Tolong bantuannya ya, Saikawa-san.

Tidak masalah. Selagi saya menyelesaikan minuman lemon ini, kalian berdua silakan tunggu dikamar.

Baiklah. Nah, mari kita kembali ke kamar dan melanjutkan membaca buku, Kotarou.

Ya! (dikatakan dalam bahasa bayi)

Beberapa saat kemudian...

"Nah, kalau begitu pergilah, Akazukin-chan. Hati-hati dijalan. Ingat, kamu tidak boleh mampir disembarang tempat."

"Ya, aku mengerti.", janji Akazukin kepada ibu sambil menyilangkan jari kelingkingnya. Rumah nenek berada didalam hutan, jauh dari desa. Ketika Akazukin memasuki hutan, dia bertemu dengan seekor serigala.

"Halo, Akazukin-chan."

"Ah?! Halo, Serigala-san."

"Kau kelihatan tergesa-gesa. Mau pergi kemana?"

"Aku ingin berkunjung kerumah nenek."

"Apakah isi keranjang yang kamu bawa itu?"

"Makanan manis dan sebotol anggur. Karena nenek sedang sakit jadi aku akan menjenguknya dan memberikan makanan dan minuman ini."

Serigala berpikir didalam hati, "Ya, aku akan kerumah nenek lalu memakannya terlebih dahulu. Setelah itu, aku akan memakan Akazukin dengan lahap."

Hah? ∑(゚ロ゚〃)

Eh? Kotarou?

Serigala... memakan... nenek?

Ah, uhm... Bagaimana ya? Uhmmm...  Eh... Lalu serigala berkata begini kepada Akazukin-chan, "Hei, Akazukin-chan. Coba kau lihat bunga yang sedang mekar disana. Jika kau memberikan bunga itu kepada nenek, aku pikir dia akan sangat senang menerimanya."

"Betul juga. Lagipula hari masih pagi jadi tidak apa-apa. Aku akan pergi kerumah nenek setelah aku memetik bunga-bunga itu." Lalu Akazukin mampir sebentar untuk memetik bunga.

"Aku akan memetik satu bunga saja, siapa tahu nanti ada bunga yang lebih indah ditempat lain." Akazukin berjalan dan berjalan memasuki hutan yang semakin dalam.

Huh?

Ah, ada apa, Kotarou?

Zuki-cha... tidak boleh mampir... kemana-mana!

Eheh, iya ya. Akazukin sudah berjanji kepada ibu kalau dia tidak akan mampir kemana-mana tapi dia malah masuk kehutan (bukan arah kerumah nenek).

Nenek... (╯︵╰,)

Ah, rupanya kamu khawatir dengan keadaan nenek ya, Kotarou ^^

Ya... (╯︵╰,) apakah serigala akan datang?

Benar juga. Bagaimana jadinya ya? Nah, mari kita lanjutkan membaca ceritanya.

Ya! (dikatakan dalam bahasa bayi)

Sementara itu, serigala sudah sampai dirumah nenek. Lalu terdengar pintu diketuk.

Nenek : Oh, siapakah itu?

Serigala : Ini aku, Akazukin. Aku kesini untuk menjenguk dan membawakan makanan manis juga sebotol anggur untuk nenek. Tolong buka pintunya.

Nenek : Oh, Akazukin kah? Terima kasih sudah mau menjenguk nenek.

Lalu serigala masuk kerumah dan langsung pergi menghampiri nenek yang sedang berbaring. Serigala itu membuka mulutnya lebar-lebar dan menelan nenek.

Hah...? ∑(゚ロ゚〃)

Setelah itu, serigala memakai baju dan kacamata nenek lalu pergi ketempat tidur nenek untuk berpura-pura tidur sambil menunggu kedatangan Akazukin.

Uuuh (´;ω;`) nenek... sudah... dimakan...?

A-ah, Kotarou. Jangan bersedih seperti itu. Mungkin saja nenek akan selamat, kita harus membaca ceritanya sampai akhir.

Uuuh (´;ω;`)

Apakah Kotarou akan baik-baik saja? Setelah ini Akazukin pun juga akan mengalami kesulitan.

Ah, untuk sekarang, kakak akan lanjutkan ceritanya ya.

Ketika Akazukin mengumpulkan bunga (yang dia petik sebelum datang kerumah nenek), dia melihat pintu rumah nenek terbuka. Karena dia pikir itu aneh, dia masuk kedalam rumah. Dia melihat nenek berbaring ditempat tidur. Tetapi entah kenapa nenek terlihat berbeda dari biasanya.

"Ah, nenek. Kenapa telingamu besar?"

"Tentu agar aku bisa mendengar suaramu dengan jelas."

"Nah, nek. Kenapa matamu besar?"

"Tentu agar aku bisa melihatmu dengan jelas."

"Nek, kenapa mulutmu juga besar?"

"Tentu agar aku... bisa melahapmu! Auuuu!"

Hah? ∑(゚ロ゚〃)

Tiba-tiba serigala melompat dari tempat tidur dan melahap Akazukin.

Zuki-cha... dimakan? ∑(゚ロ゚〃)

A... Ah... Kotarou. Ah, sepertinya dia sangat terkejut. Ti-tidak apa-apa. Masih ada kelanjutannya. Setelah ini pahlawan akan datang dan segera menyelamatkan mereka berdua.

Pahlawan?

Iya. Iya. Maksud pahlawan disini adalah seorang nelayan. Dia sedang berburu dihutan dengan membawa senjata.

Ah? Senjata? Dor... dor...?

*Dor... dor... = suara tembakan.

Ya, betul. Orang yang melakukan dor dor. Sepertinya kakak mengetahui seseorang (pahlawan) yang juga membawa senjata untuk mengalahkan penjahat.

Biru!

Eh, ah, betul, betul. Dalam tayangan Ranger Five, bukankah Ranger Biru menggunakannya untuk bertarung? Kira-kira seperti itu. Pahlawan yang membawa senjata dan menembak serigala itu adalah seorang nelayan.

Ah, ya (❁´▽`❁)*✲゚*

Yup, yup. Ah, syukurlah. Sepertinya rasa terkejutnya sudah hilang. Nah, mari kita lanjutkan.

Serigala yang kekenyangan lalu merangkak ke tempat tidur. Dia mendengkur keras dan tertidur lelap. Didalam hutan diwaktu yang sama, seorang nelayan sedang berburu dan menembak seekor burung. Nelayan tersebut terkejut mendengar dengkuran serigala yang sangat keras lalu memasuki rumah nenek dan melihat seekor serigala sedang berbaring.

"Dasar serigala, akhirnya aku menemukanmu."

Ah? Pahlawan datang!

Heheh. Nelayan menembak serigala yang tertidur itu. Karena melihat perut serigala yang sangat besar, nelayan tersebut mengeluarkan sebuah gunting dan mulai menggunting perut serigala. Lalu seorang gadis kecil berkerudung merah dan seorang wanita tua melompat keluar.

"Syukurlah. Terima kasih karena telah menyelamatkan kami."

Dengan terburu-buru, Akazukin mengumpulkan batu dan memasukkannya kedalam perut serigala. Serigala terbangun dan mencoba untuk menerkam nelayan saat dia melihatnya tetapi malah terjatuh karena perutnya sangat berat.

Singkat cerita...

Nenek memakan makanan manis dan meminum anggur yang dibawa Akazukin. Kesehatan nenek sepenuhnya membaik. Akazukin-chan pun berpikir jika didalam hutan dia tidak akan mampir disembarang tempat lagi. Selesai.

Plok... plok... plok... (suara tepuk tangan)

Selesai... (❁´▽`❁)*✲゚*

Syukurlah Akazukin dan nenek bisa diselamatkan.

Ya. Nenek... Sehat! (❁´▽`❁)*✲゚* Ah, nii-cha.

Eh, ada apa, Kotarou?

Apakah... baa-cha juga akan sembuh?

Tentu. Obaa-san juga akan segera membaik jika kamu menjenguknya, Kotarou.

Ya! o(*^▽^*)o (dikatakan dalam bahasa bayi)

Maaf sudah membuat kalian menunggu, Ryuuichi-sama, Kotarou-sama. Minuman lemon hangat sudah jadi.

Ya! Kita... Menjenguk! o(*^▽^*)o

Lalu kami bertiga bersama-sama menuju kamar obaa-san.

Saya yakin ketua akan senang jika melihat wajah kalian berdua.

Baa-cha... jadi... sembuh.

Yup. Semoga obaa-san cepat sembuh ya!

Ya! o(*^▽^*)o (dikatakan dalam bahasa bayi)

Meskipun demikian, Kotarou-sama menjadi si kerudung merah sangatlah cocok. Seolah-olah dia benar-benar keluar dari buku bergambar itu.

Kota adalah Zuki-cha (❁´▽`❁)*✲゚*

Kamu terlihat sangat senang, Kotarou ^^

Berhati-hatilah agar anda tidak dimakan serigala, Kotarou-sama.

Hah? ∑(゚ロ゚〃) Serigala...

Nah, Kotarou, kita sudah sampai. Ketuklah pintu... (Uuuh...) Eh? Kotarou?

Serigala? (´;ω;`)

Tidak apa-apa, Kotarou. Tidak akan ada serigala disini.

Uuuhhh (´;ω;`) Uh, baa-cha...

Sudah kakak bilang, obaa-san tidak akan dimakan serigala. Yang ada didalam kamar ini juga bukan serigala yang berpura-pura menjadi obaa-san.

Maafkan saya, Ryuuichi-sama. Saya telah mengatakan hal yang berlebihan. Jangan khawatir, Kotarou-sama. Saya mempunyai senjata disini. Dengan segala hormat, saya Saikawa, akan melindungi Kotarou-sama, Ryuuichi-sama serta ketua sebagai pengganti tuan nelayan, meskipun nyawa saya taruhannya.

*Duh saikawa mah emang gitu orangnya... ( ̄▽ ̄)ノ

Eh? Saikawa-san... apakah itu senjata asli?

*Disini Ryuuichi menyebut raifuru atau rifle yang berarti senapan serbu, senapan laras panjang untuk posisi menyerbu. Sedangkan senjata yang dikatakan dibuku gambar adalah teppou, juga merupakan senjata laras panjang, sejenis senjata api laras panjang yang diproduksi oleh bangsa Jepang pada zaman setelah abad pertengahan (Wikipedia). Rifle bahasa jepangnya adalah shoujuu.

Bukan. Tentu saja ini hanya mainan. Juga, saya berdandan seperti ini karena melihat Kotarou-sama sebagai si kerudung merah, makanya saya mempersiapkan hal ini.

Ja-jadi begitu ya. Penampilanmu ini sangat mirip seperti nelayan sungguhan.

Terima kasih banyak. Oh, pada waktu itu ada pencuri di lingkungan rumah ini, saya melawan dan menangkap pencuri tersebut dengan penampilan seperti ini. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan.

E... Eeeeeh...

Nah, Kotarou-sama. Tidak apa-apa meskipun ada serigala didalam kamar ini. Tenanglah dan silakan ketuk pintunya.

Ya! (dikatakan dalam bahasa bayi)

Tok... Tok...

Eh?

Tok... Tok...

Eh? Apa obaa-san tidak ada dikamar? Apa mungkin dia sedang kekamar mandi?

Maafkan saya jika saya sedikit lancang.

Saikawa-san membuka pintu...

Bagaimana?

Ssttt...!

Eh?

Kelihatannya ketua masih lelah. Dia sedang tidur.

Ah, jadi begitu.

Baa-cha?

Hmm, katanya obaa-san sedang tidur, Kotarou. Tunggulah sebentar sampai obaa-san bangun dan mari kita jenguk lagi.

Ya! (dikatakan dalam bahasa bayi)

Sembari menunggu, bagaimana kalau saya buatkan teh? Kebetulan ada makanan manis. Jika anda tidak keberatan, silakan mampir ke ruang makan.

Terima kasih banyak. Karena terus-terusan membaca cerita, tenggorokan saya jadi kering. Nah, kita terima saja ajakan Saikawa-san, mari kita nyemil dulu, Kotarou.

Jangan!

Eh? Kenapa memang?

Tidak boleh mampir sembarangan!

Ah, begitu ya ^^ Akazukin kan sudah janji ya (diakhir halaman buku) kalau dia tidak boleh mampir sembarangan lagi.

Benar!

Eheheh, hebat sekali kamu, Kotarou. Kamu mengingat bagian penting yang ada dicerita itu. Mari kita kembali kekamar, baru kita pergi keruang makan. Dengan begitu, kita tidak mampir sembarangan kan?

Ya! (❁´▽`❁)*✲゚*

Kami nyemil sebentar lalu pergi mengunjungi kamar obaa-san lagi karena obaa-san sudah bangun. Obaa-san tampak sedikit membaik karena melihat penampilan Kotarou sebagai kerudung merah.

Syukurlah, Kotarou. Obaa-san senang menerimanya.

Si kerudung merah... Selesai! o(*^▽^*)o

Eheh, semua akan baik-baik saja, akan baik-baik saja ( ´ ▽ ` )ノ

Pendapat setelah mendengar drama ini » Ah, ya ampun Kota imut banget si. Beneran deh saya bersyukur banget bisa baca manga dan nonton anime gakubaby ini, plus bisa dengar tokuten drama cd nya lagi. Kota imut banget yah (diulang lagi). Sayang nggak ada suara obaa-san. Semoga animenya dapat season kedua. By the way, kalau dipikir-pikir lagi, ceritanya kog ngeri ya kalau diceritain ke anak-anak, hiy. Fairy-tale-logic. Mess.

Sign
Binnalette in wonderland, made with