Ima, Tonari no Kimi ni Koi wo Suru. CASE5 Drama CD Translation

Ima, Tonari no Kimi ni Koi wo Suru. CASE5 Drama CD Translation

Ini adalah terjemahan bahasa Indonesia tentang Ima, Tonari no Kimi ni Koi wo Suru. CASE5 Shiraishi Chikage (今、隣のキミに恋をする。CASE5 白石千影). Pengisi suara Shiraishi Chikage adalah Maeno Tomoaki (前野智昭).

今、隣のキミに恋をする。CASE5

Orang yang berada di sebelahmu sekarang, mungkin saja dia adalah orang yang ditakdirkan untukmu. Bagaimanakah perasaanmu, ketika kamu sedang jatuh cinta? Perasaan yang berdebar-debar, gembira, kamu hanya ingin melihatnya. Tidak dapat dihindari bahwa kamu merasa bahagia atau sedih ketika kamu mulai memperhatikan setiap hal kecil tentangnya dan memperhatikan setiap apa yang dia lakukan. Tanpa disadari, kamu telah jatuh cinta kepada orang yang berada di sebelahmu.

Catatan penting » dilarang meng-copy atau mempublikasi ulang terjemahan ini. Saya masih belajar bahasa jepang jadi kesalahan terjemahan tidak bisa dihindari (jika ada) dan bisa juga interpretasi saya dengan kamu berbeda. Jika kamu menemukan kesalahan terjemahan dan bersedia mengoreksinya, tolong kasih tau saya ya ♥

Track 01:Kakak adalah seorang model yang sangat terkenal (兄は超人気モデル)

Jadi, berita tempo hari yang mengatakan kalau kamu sudah punya pacar itu adalah sebuah kesalahpahaman?
Ahahahah, kau menyerangku dengan pertanyaan ini. Tapi aku akan menjawabnya dengan jujur. Para pemirsa yang sedang menonton juga tolong dengarkan aku baik-baik. Aku belum mempunyai pacar.
Tapi, Shiraishi-san, artinya "belum" itu, aku masih penasaran!
Heheh, kau sangat tajam, oh bukan, ini lebih seperti bahwa kau sangat cepat tanggap. Benar sekali, aku memang belum mempunyai pacar, tetapi... aku mempunyai seseorang yang aku suka.
Seperti apakah wanita yang kamu sukai tersebut?
Yah, seperti apa ya?
Eh, kamu sudah mengatakannya, jadi tolong beri petunjuk sedikit saja.
Hhhhh, kau sangat ingin mengetahuinya. Baiklah, dia orangnya imut.
Oh itu sih sama sekali bukan petunjuk ahahahah~* (penonton studio juga tertawa). Baiklah, iklan akan segera ditayangkan, jika kamu ingin lebih mengetahui tentang rahasia model yang sangat populer, Shiraishi Chikage, jangan pindah channel... (TV dimatikan).

Apa kamu juga menontonku di TV? Apa ini? (mengambil majalah).
Entertainer laki-laki yang ingin dijadikan pacar nomor satu, seorang model yang sangat terkenal, edisi spesial Shiraisi Chikage. Kami akan mengungkapkan semua rahasia tentangnya. Hmmm.
Jadi begitu, adikku ini ingin tau rahasia kakaknya.
Kenapa kamu menyembunyikannya? Aku juga tidak keberatan. Lagipula, jika kamu ingin mengetahuinya, kamu bisa langsung tanya padaku. Kamarku kan... ada disebelah.

Apakah kamu belum menganggapku sebagai kakakmu?
Pernikahan ayah dan ibu baru setahun ya, aku juga... belum menganggapmu sebagai adik.
Kalau itu sih tidak apa-apa jika kamu pamer. Katakan saja, "Kakakku adalah orang yang sering muncul di TV, seorang model yang sangat terkenal. Kali ini dia memutuskan untuk membintangi sebuah drama, dia juga aktif sebagai aktor dan sukses besar". Ah, apa kamu mau aku menyapa teman-temanmu dan berkata, "Terima kasih karena selalu membantu adikku yang imut ini", begitu?

Apakah hal seperti itu benar-benar aneh? Atau... hmmm. Memang ini terlihat seperti aku terlalu percaya diri, apakah mereka akan senang jika aku berikan tanda tangan? Jika itu bisa membantumu akrab dengan mereka, cuma memberikan tanda tangan saja tidak masalah bagiku.
Eh? Tidak perlu? Ee, apakah kamu tidak ingin membagikan tanda tanganku dan menyimpannya sendiri? Ahahahah, kamu tidak perlu malu seperti itu. Ahahah~*

Ah, sudah jam segini ya? Dik, kamu harus segera mandi lalu tidur!
Begini ya, bukankah begadang adalah musuh besar bagi kulit? Jika wajah imut mu itu tidak lagi terlihat halus, lembut dan berkilau, kakakmu ini akan sedih. Tidak, aku tidak berlebihan. Jika kamu tidak mandi dengan benar, itu akan mempengaruhi kesehatanmu. Nanti aku buatkan smoothie sayur, minumlah setelah mandi.

Terciduk olehku yang ganteng begini, masa kamu bilang aku seperti ibu-ibu? Ayo, cepatlah bersiap mandi. Apa? Apa kamu mau mengatakan bahwa aku tidak seperti artis? Hmm? Yah, di kehidupan pribadi kan aku memang orang yang biasa saja. Bukankah kamu sendiri yang bilang jika lebih baik aku bukan seorang artis? "Jika ada orang yang "bersinar" seperti ini, sebaiknya aku bagaimana ya?". Ah, jika aku ingat-ingat lagi, itu bukan pujian ya.

Eh, jangan tertawa dong. Ho ho, jika kamu ingin tertawa seperti itu, eheheheh, aku akan menggelitikimu. Tertawalah, tertawalah, ayo tertawa ahahah. Hah, bukankah kamu terlalu cepat menyerah? Heheh, itu hukuman untuk adik yang nakal. Tidak ada ampunan. Ah, ayo cepat sana. Jika tetap seperti ini, nanti keburu pagi. Mandi sana, mandi. Iya, iya, aku yang salah, aku tidak akan mengganggumu lagi. Apa perlu aku mengantarmu ke kamar mandi? Padahal tidak perlu sungkan seperti itu.

Hmm, akhirnya dia tidak lagi memanggilku Shiraishi-san (formal), tapi Chi-kun (panggilan yg lebih akrab). Yah memang seharusnya begitu kan. Ini merupakan solusi ideal bagi kakak tiri maupun si adik tiri, aku senang dia jadi lebih ramah padaku. Tapi, hal yang sebenarnya aku inginkan adalah... Uwahhh... (terkejoet!).

Ada apa? Terburu-buru seperti itu? Kelupaan? Dih, meskipun kita bersaudara tapi tetap saja kan saudara tiri. Jangan bilang, "Aku kelupaan celana dalam", dihadapan laki-laki. "Karena aku tidak melihatmu sebagai laki-laki", ya? Ya, jika itu bisa membuatmu lebih percaya padaku, sebenarnya aku senang. Tapi aku selalu melihatmu sebagai seorang wanita. Hah... (mengeluh).

Track 02:Obsesi kakak (兄の執着)

(Pintu dibuka) Aku pulang. Huh? Apa kamu mau pergi? Acara minum-minum?! Dengan siapa? Dimana? Dari jam berapa? Ada laki-laki juga? Lagipula ada apa sih sampai ada acara minum-minum segala? Ah, aku akan ikut. Dalam situasi ini, aku harus menjaga...

Apa? Kamu kan masih kecil. Dari pandanganku sih, kamu memang masih kecil. Aku kan... cuma khawatir padamu. Sudah berapa kali ada acara minum-minum dengan klub (semacam klub ekskul) mu seperti ini? Jika ini yang pertama, aku jadi tambah khawatir. Biasanya memang baik, tapi kamu tau kan tentang perilaku seseorang yang berubah karena minum alkohol? Jika pengaruhnya semakin besar, seseorang bisa saja melakukan hal jahat kepadamu.

Lagipula, pasti disana juga ada laki-laki kan? Jadi, tidak boleh. Lebih banyak mana jika dibandingkan dengan wanita? Jika lebih banyak laki-laki, aku akan semakin melarangmu pergi. Itu kan... karena aku adalah kakakmu. Ini adalah hal yang tepat untuk dilakukan untuk melindungimu meskipun itu berlebihan. Aku tidak akan bisa melindungimu (jika tidak ikut), jika nanti terjadi sesuatu.

Kamu bertanya kenapa aku sangat khawatir? Bukankah hal seperti ini adalah hal yang biasa? Nah, anggap saja kalau kamu benar, tidak apa-apa meskipun yang kulakukan adalah hal yang aneh. Tapi apakah sangat aneh kalau aku khawatir?

Yang aku khawatirkan adalah apakah kamu akan mabuk atau apakah kamu akan diganggu oleh laki-laki nakal atau apakah kamu akan selamat sampai rumah. Jika kamu bilang kamu tidak akan pulang malam ini, maka aku... Hei, aku benar-benar serius. Ah, tunggu... (pintu ditutup). Sial, kenapa dia terlihat tidak khawatir sama sekali? Padahal aku sangat khawatir begini...

Kuyyy acara minum-minum pertama dibubarkan ya!
Ayo lanjut ke tempat ronde kedua (mabuk).

Eh, kau ikut kan?! Mau pulang? Jangan-jangan karena cuma ada alumni jadi kau menahan diri? Kami cuma mau minum-minum denganmu yang imut ini. Kau tidak perlu takut seperti itu, tidak apa-apa kog, ya kan? Hahahah. Ayo ayo kita pergi. Masih banyak kedai minum yang bagus kan? Jangan bilang-bilang ke yang lain ya. Ini adalah rahasia kita bertiga ya, yuk!

Aku datang menjemputmu, dik. Kamu memberitahu ibu tempat acaranya ya?!
Bagus sekali. Adikku yang imut ini mau pamit pulang yaa!

Hah? Kau... bukannya kau Shiraishi Chikage?

Sekarang sih aku cuma seorang kakak yang overprotektif. Ayo sini, dik! (berlari). Syukurlah aku tepat waktu, apakah mereka melakukan sesuatu? Sekarang sudah tidak apa-apa, karena ada aku disini. Terima kasih karena sudah menjaga adikku ya. Hahah (tertawa kecil). Haruskah kita pulang dengan bergandengan tangan atau kamu mau aku gendong (dibelakang punggung) atau mau digendong seperti tuan putri juga tidak masalah tapi nanti akan dilihat banyak orang...

Track 03:Hukuman (お仕置き)

(Pintu dibuka) Sana, duduk. Duduk diatas tempat tidur juga tidak masalah. Iya, aku marah. "Jika terjadi sesuatu, aku akan menelponmu jadi jangan khawatir", bukankah kamu berkata seperti itu? Tapi kenapa kamu tidak menelpon? Acara minum-minumnya sangat menyenangkan sehingga kamu lupa? Aku ingin kamu jadi orang yang khawatiran sedikit.

Yang tadi itu angkatan yang sudah lulus kan? Apa dari awal kamu sudah tau kalau mereka akan datang? Yah aku tidak bisa menyalahkanmu kalau kamu tidak tau tentang itu. Tapi tetap saja, kamu terlihat seperti orang yang sering berpesta dengan laki-laki yang lebih tua darimu.

Ah, sepertinya aku harus mengatakan hal ini. Coba katakan padaku, jika tadi kamu tidak bisa menolak ajakan mereka dan menurut saja, apakah kamu bisa membayangkan apa yang bisa mereka lakukan padamu? Anggota klub yang biasanya bersamamu tidak ada, hanya ada kamu dan dua orang laki-laki tadi yang tidak terlalu kamu kenal. Setelah itu, kamu pikir apa yang akan mereka lakukan padamu? Jika kamu tidak tau, aku akan memberi tau (mendorong).

Sekarang, orang yang ada dihadapanmu bukanlah Chi-kun, tapi seorang laki-laki. Sudah aku bilang kan lebih baik tidak usah pergi?! Alangkah baiknya jika kamu mendengarkan kata-kataku. Kamu mengerti kan maksudku?! Jadi mulai sekarang, dengarkanlah apa kataku. Ya kan? Kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa jika kamu tidak mendengarkanku.

Laki-laki lain tidak akan bisa menjagamu, hanya aku yang bisa melindungimu. Tidak ada yang menganggapmu penting selain aku di muka bumi ini. Pertahananmu terlalu lemah. Dengan mudahnya kamu pergi minum-minum dengan mereka, makanya mereka menjadikanmu target. Jika tadi aku terlambat sedikit saja, jika hal itu terjadi, maka aku... ke kamu... Ah, ma, maaf, tadi itu... Tidak, aku yang akan keluar. Berapa kalipun dipikirkan, aku sudah keterlaluan. Aku benar-benar minta maaf!

Ah, sial. Sial. Apa yang sudah kulakukan? Bukankah aku sama saja dengan mereka (laki-laki yg tadi di acara minum-minum) karena sudah menyentuhnya tanpa izin seperti itu? Padahal aku tidak bermaksud untuk melakukannya. Jika saja mereka mengambilmu dariku... ah, pikiranku jadi kacau.

Eh? (terkejoet!) Bunyi itu berasal dari kamar sebelah. Apakah aku salah dengar? Kenapa dia memukul-mukul dinding seperti itu? Jika ada yang mau dikatakan, katakan saja secara langsung. Itu... sepertinya tidak mungkin ya? Apalagi aku sudah berbuat begitu kepadanya. "Aku tidak bisa menyerahkanmu kepada orang lain", "Kalau begitu jadilah milikku", aku pikir aku bisa menyerangnya dengan kata-kata itu. Aku pikir aku sudah menjadi kakaknya, tapi aku sendiri juga yang telah memperlihatkan ekspresi yang tidak seharusnya (yang seharusnya tidak dimiliki oleh seorang kakak). Sial. Padahal kamu ada disebelah, ada disebelah kamarku, tapi kenapa kamu terasa jauh?!

Tok tok tok... (suara dinding dipukul terus menerus).

Aku tidak mengerti apa yang mau kamu sampaikan lewat pukulan-pukulan itu. Tapi pasti itu bukan seperti yang kupikirkan. Dengan wajah seperti apa aku akan menghadapimu besok? Asal kamu tidak membenciku, aku tidak mau kamu membenciku. Aku... tentang kamu...

Tok tok tok... (suara dinding dipukul).

(Pintu dibuka) Ah, se... selamat pagi. Ah, tunggu!

Kemarin ada kejadian seperti itu, wajar saja kalau dia mengabaikanku.
Tapi, aku ingin kamu menjawab salamku.

Tok tok... (mengetuk pintu). Oi... aku sudah pulang. Aku tau kamu masih marah. Aku... ingin berbaikan denganmu. Aku membelikan... beberapa kesukaanmu. Ah, bukannya aku ingin menyuapmu dengan ini, aku hanya... (pintu dibuka). Ah? Anu... terima kasih. Aku... masuk ya!

Ini puding loh, kalau ini kue mille crepe, ada eclair juga, lalu... Ah, tentang hal yang kamu suka? Apapun yang kamu suka, aku sih sudah tau semuanya. Lihat, ini es krim kacang merah spesial minimarket. Kamu juga suka ini kan? Ahahah, aku tau itu meskipun aku tidak bertanya. Aku sering membersihkan tempat sampah, yang bertugas membuang sampah kan aku? Wajar saja kalau aku menyadari hal itu. Kadang-kadang aku berpikir untuk membelinya.

Hah, men... menjijikkan? Berlebihan? Dimananya? Apakah aneh jika aku membelikan kesukaan adikku? Kamu tidak perlu mengatakannya seperti itu. Tidak perlu juga mengatakan kalau ini menjijikkan. Ini semua kan demi kamu...

Pe... penguntit? Aku? Tu, tu, tunggu dulu. Kenapa kamu menjauh? Ah, aku bilang aku tidak akan melakukan apapun. Waktu itu aku tidak sengaja (merujuk ke kejadian setelah acara minum-minum itu). Aku kesini untuk berbaikan denganmu jadi...

Ada apa? Aku tidak ingat hal seperti itu. Heh? Ah, benar juga. Kalau tidak salah, setahun yang lalu, saat kita masih canggung satu sama lain, kita pernah membahas hal itu. Seberapa dewasanya seseorang, jika tinggal bersama, maka pertengkaran bisa saja terjadi. Ada saatnya kita tidak mau melihat wajah orang itu. Jika hal itu terjadi, untuk cepat berbaikan, pukul saja dinding kamar orang itu.

Maaf, aku benar-benar lupa. Jadi karena hal itu kemarin kamu terus-menerus memukul dinding? Aku tidak menjawab karena aku tidak tau maksudnya. Waktu itu, alangkah baiknya jika aku memukul dindingnya juga, jadi kita akan cepat berbaikan. Jadi begitu ya. Makanya tadi pagi kamu mengabaikanku karena kamu pikir aku tidak mau berbaikan denganmu ya? Ah, begitu? Padahal aku khawatir seharian ini. Ya, terima kasih. Sekali lagi, aku minta maaf.

Bagaimanapun juga, ayo kita makan kue nya. Makan semuanya juga tidak apa-apa. Aku sangat senang melihatmu makan dengan lahap. Apakah tidak apa-apa jika aku melihatnya dari samping? Eh? Sekarang letak menjijikannya dimana? Aneh deh, aku kan cuma ingin merayakannya (karena sudah berbaikan) dengan adikku yang imut ini. Kenapa kamu terus mengatakan itu menjijikkan? Pa... parah? Yah, mungkin memang sudah separah itu.

Sampai sekarang, aku tidak pernah merasa ingin mengetahui seluk beluk seseorang. Sampai sekarang, aku juga tidak pernah berpikir kalau aku selalu ingin berdua saja dengan seseorang (sampai aku bertemu denganmu).

Track 04:Di hari hujan berkilat dan guntur, ditempat tidur (雷の日に、ベッドで)

Hah, syukurlah aku pulang lebih awal. Padahal ayah dan ibu sudah menantikan perjalanan liburan mereka, cuacanya jadi seperti ini (lagi hujan deras serta kilat dan guntur). Ada apa? Wajahmu terlihat pucat. Takut? Takut dengan kilat dan guntur? Aku tidak tau tentang itu. Apakah kamu baik-baik saja? Ah, hari ini ibu kan tidak ada, jadi cuma aku sekarang yang bisa melakukannya?

Jangan berbicara manja seperti itu. Siapa yang selalu marah-marah karena tidak mau diperlakukan seperti anak kecil? Uh... (terkejoet!). Baiklah, aku akan menemanimu. Tidur juga, ya? (kaget!). Bukannya tidak boleh, baiklah, aku juga akan menemanimu tidur.

Jangan perlihatkan wajah lega seperti itu dong, kamu ini...!
Mungkin akan ada hal yang lebih membahayakanmu daripada kilat dan guntur.

Diluar hujan sangat deras, jika aku memelukmu seperti ini, meskipun ada kilat dan guntur, kamu jadi bisa tidur? Jika seperti itu, kesinilah lebih dekat. Benarkah? Aku juga, jika ada kamu, aku merasa lega. Kamu juga sangat hangat.

Aku ingin mengurungmu dalam pelukanku selalu. Akan lebih baik lagi jika suhu tubuhku dapat mengalir ke tubuhmu, kemudian kita menjadi satu, aku tidak perlu khawatir lagi jika ada yang ingin merebutmu dariku... (ngelantur).

Eh, dia sudah tidur? Cepat sekali tidurnya (tersenyum). Meskipun aku tau kamu kesusahan, tapi aku berterima kasih pada kilat dan guntur ini. Aku kan sudah mengatakan kalau pertahananmu ini terlalu lemah. Jangan terlalu ramah padaku. Aku yang sangat sangat sangat mencintaimu bahkan sudah tak tertahankan ini, apapun yang kulakukan sekarang kamu tidak akan sadar kan?

Sekarang yang ada disini cuma kita berdua, tapi semua akan terhapus bersama hujan, kilat dan petir. Aku harap waktu berhenti sekarang, yang menemani kamu yang lagi tidur sekarang cuma aku. Aku berharap akan selalu seperti ini, kamu dalam pelukanku.

Sejak pertama kali aku berjumpa denganmu, aku sudah jatuh cinta. Aku tidak pernah menganggapmu sebagai adik. Sampai sekarang aku selalu melihatmu sebagai seorang wanita. Aku yang sangat menyukaimu seperti ini, pasti kamu akan memaafkanku kan? (kiss). Ah, aku sudah tidak bisa.

Aku tidak mau menyerahkanmu pada orang lain. Aku ingin kamu jadi milikku saja. Aku cinta kamu, aku mencintaimu. Ah, aku tidak akan melakukan yang lain selain ini (kiss), tapi sebentar saja lagi tolong biarkan aku berada disampingmu.

Track 05:Kencan rahasia (秘密のデート)

Berhenti. Apa kamu ingin keluar dengan rok sependek itu? Tidak mungkin, tidak mungkin, tidak mungkin. Pakailah pakaian yang seperti itu saat kamu denganku saja. Bagaimana jika laki-laki lain melihatnya? Iya, benar. Memang hanya kita berdua yang akan pergi, tapi tetap saja, kita akan pergi ketempat yang ramai, jadi rok pendek itu dilarang. Cepat ganti sana, sekarang!

Lagipula kalau kamu membiarkan kakimu seperti itu, nanti kedinginan loh? Bagaimana jika kamu jatuh sakit? Apa kamu ingin aku memberimu hadiah pelindung perut? Jika tidak mau, ganti sekarang juga. Cepat ganti. Ganti disini. Aku dengar loh kalau kamu bilang aku seperti ibu-ibu.

Aku begini saja sudah cukup. Bukankah ini sangat bagus? Kalau begini tidak akan ketahuan. Siang malam, dimanapun, aku bisa menemanimu. Aku tidak akan meninggalkanmu sedetik pun jadi kamu tidak perlu khawatir. Aku memang cukup overprotektif. Itu karena aku pikir aku harus menjagamu. Kamu mengerti kan? Aku hanya melakukan ini kepadamu. Aku tidak peduli dengan orang lain, karena aku sangat menyayangimu. Bagus. Aku akan menunggumu disini jadi jangan tergesa-gesa.

Uwaaah, dia imut sekali. Apa-apaan pakaiannya itu? Dimana dia membelinya? Jika dia membeli ditoko favoritnya, ah, mungkin toko yang di depan stasiun? Selera berpakaiannya memang bagus tapi aku tidak pernah berpikir dia punya pakaian seperti itu. Apa-apaan rok mini tadi? Apa karena dia mau pergi denganku? Jadi dia sengaja memakai pakaian yang trendi? Kkkeeeh (senang!).

Tenanglah. Aku harus tenang. Aku harus bersikap seolah-olah aku tidak menginginkan dia pakai itu. Aku akan menjadi kakak yang baik. Aku harus menahan perasaan ini. Jika suatu hari dia punya pacar, aku akan memberkatinya sambil tersenyum... Ah, tidak mungkin. Aku tidak ingin menyerahkan dia pada siapapun. Ah, sial. Aku sudah menahannya selama setahun, kenapa sekarang jadi begini?

Oh? Sekarang, kamu pakai pakaian terusan? Karena kamu terlihat sangat imut jadi aku berniat untuk menolaknya, tidak boleh ya? (memohon). Eh, apa itu? Pakaian yang pantas denganku? Kamu tidak perlu merendahkan dirimu. Jadi kamu mengkhawatirkan hal itu? Eh?! Itu sih... Kamu jangan memaksakan diri, kamu kan adik kebanggaanku, orang yang sangat penting bagiku. Iya, ayo kita pergi.

Aku tidak tau kalau dia berpikir dia harus menjadi adik yang pantas bagiku.
Padahal aku bukan kakak yang pantas untuknya (pintu ditutup).

Kalau yang lain? Apapun yang kamu inginkan, aku akan membelikannya. Eh, kenapa kamu tiba-tiba bertanya apakah aku punya pacar atau tidak? Ah, kita kan... memang sedang kencan. Aku sih senang kalau kamu berpikir begitu. Ah, jadi karena itu kamu bertanya tentang pacar? Bukan berarti aku sudah terbiasa (melakukan hal ini) karena aku punya pacar, aku hanya berpikir untuk membuatmu senang, itu saja. Menemanimu juga, memberi hadiah juga. Semuanya kulakukan hanya untukmu.

Nah, kalau kamu berpikir ini adalah kencan, disaat seperti ini berpegangan tangan juga bukan ide yang buruk. Tidak apa-apa, berpegangan tangan sebagai kakak dan adik kan hal yang biasa. Lagipula, aku ingin kita berjalan bersebelahan. Kita kan bersaudara, kita sangat jarang pergi berdua seperti ini.

Eh, apanya? Orang yang kusuka? Apa maksudmu? Ah, orang yang kubilang di TV waktu itu? Memang kalau dilihat dari sudut pandang seorang artis, perasaan seperti itu harus disembunyikan. Tapi mau bagaimanapun, aku tidak bisa berbohong. Aku tidak punya pacar tetapi ada orang yang aku suka. Orang yang sangat imut dari siapapun. Tentu saja aku ingin menggapainya, tapi tetap saja, aku tidak akan bisa memaafkan diriku (jika melakukan hal itu).

Eheheh (tertawa kecil), terima kasih. Benar juga. Aku pikir memang tidak banyak orang sepertiku, tapi aku tidak akan memberitahunya perasaan ini. Jika aku berpikir aku bisa melakukannya, aku yakin dia akan mengatakan kalau itu hal yang menjijikkan. Aaah, ayo kita istirahat sebentar, aku haus. Didekat sini ada toko yang menarik loh, mereka menjual ginger ale rasa stoberi. Mungkin terdengar aneh, tapi aku pikir kamu akan menyukainya.

Track 06:Merawat orang sakit (風邪の看病)

(Pintu dibuka) Apakah benar kamu terkena demam? Apa kamu baik-baik saja? Kerjaan? Sekarang bukan itu masalahnya! Adikku yang imut ini sedang menderita karena demam, apakah kamu pikir aku bisa bekerja dan bilang, "Wah, telur ikan salmon ini sangat kecil dan lucu!", begitu?! Aku mengakhiri kerjaanku dan aku langsung bergegas pulang.

Keadaanmu bagaimana? Masih tidak enak? Jika ada yang ingin kamu makan, aku akan membelikannya, apapun itu. Benarkah cuma itu saja? Apakah dengan aku ada disini sudah cukup? Kalau begitu, aku akan menemanimu. Jika itu dapat membuatmu lega dan bisa tidur, aku akan selalu ada disini. Seperti waktu hujan deras itu ya. Mimpi? Pada waktu itu? Heh, mimpi tentang ikatanmu dengan pacarmu? Hmm, memang... laki-laki yang seperti apa dia? Benarkah?

Padahal yang menciummu waktu itu adalah aku.
Rupanya kamu bermimpi tentang ikatan cintamu dengan orang yang tidak dikenal ya!

Ah, apa? (Tertawa kecil) Duh, manja sekali. Oke, sini tangannya. Tanganmu kecil sekali. Tanganku sih sudah pasti besar, soalnya tangan ini untuk melindungi orang yang kusayangi. Ya, orang yang kubilang waktu itu di TV. Eh? Benar juga, pasti ada orang yang merasa iri. Dia adalah wanita pilihan Shiraishi Chikage, seorang model yang sangat terkenal.

Tapi, orang itu... tidak melihatku sebagai seorang model. Ah, begitu? Jadi suka atau tidaknya, kita tidak akan tau ya. Kalau itu sih aku tau, kamu juga tidak melihatku seperti itu. Tapi bukankah kamu melihatku sebagai seorang kakak? Eh, jangan tidur pas ngomong bagian yang penting begini dong? Yah biarkan saja dia tertidur. Mungkin lebih baik dia tidur, kalau tidak, mungkin aku akan mengatakan hal yang berlebihan.

Lebih baik aku tidak mengatakannya, tapi aku akan memberitahumu. Aku jatuh cinta padamu saat pandangan pertama. Cuma memikirkan kamu yang berada disebelah kamarku, setiap hari, seperti anak SMP, dengan hati berdebar. Aku pikir aku menjadi aneh. Pelan-pelan kita mulai dekat, tapi kamu tetap memanggilku, "Kakak sebelah kamar", dan sama sekali tidak ada perubahan.

Kenapa aku ini jadi kakakmu? Jika aku bukan kakakmu, aku bisa mengatakan, "Aku menyukaimu" sesuka hati. Memelukmu, menciummu. Sampai aku membuat-buat alasan supaya aku bisa memegang tanganmu. Sampai kamu bangun, aku tidak akan melepaskan tangan ini. Selalu, sampai kapan pun, aku akan menggenggam tanganmu. Aku...

Seandainya kamu tidak terbangun lagi, maka aku juga tidak akan pernah melepaskan tangan ini. Meskipun cuma sebentar (telah berpikir seperti itu), aku minta maaf.

Track 07:Aku selalu mencintaimu (ずっと好きだった)

Sepertinya dia sudah keluar. Permisi, bolehkah kami bicara dengan anda? Anda adalah... orang yang berkencan dengan Shiraishi Chikage kan? Anda sudah melihatnya di majalah kan? Orang yang ada difoto itu adalah anda, kan? Tolong beritahu kami (berlari).

Ayah : Sepertinya hal ini sudah menjadi keributan besar.

Chikage : Aku tidak melakukan hal yang bisa dijadikan masalah. Hanya keributan tentang aku yang pergi dengan adik yang diubah menjadi seperti sedang kencan rahasia dengan pacar.

Ibu : Apakah mereka juga akan datang dan mewawancarainya dirumah ini? Aku sering mendengarnya seperti itu sih...

Chikage : Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, pastinya. Kamu juga tidak perlu terlalu khawatir seperti itu. Waktu itu aku yang mengajakmu pergi. Aku juga yang tidak sadar kalau ada orang yang mengambil foto kita berdua.

Ayah : Dari semua hal, mereka mengambil foto saat kalian berpegangan tangan ya.

Chikage : Memangnya salah kalau adik kakak... berpegangan tangan?

Ibu : Meskipun kamu berkata begitu, kalian berdua kan...

Chikage : Aa (tertohock!). Iya, aku tau, aku tau kog. Kami bukan saudara kandung tapi aku dan dia kan memang benar adik dan kakak. Kami tidak akan bisa berpacaran. Aku sudah mengerti hal itu dari awal. Pada saat ayah berkata bahwa ada anggota keluarga baru dan membawa mereka kesini, selalu... aku... akulah yang paling mengerti akan hal itu.

Ayah : Hanya kamu yang bisa menyelesaikan hal ini. Soal itu, kamu sudah paham kan?

Chikage : Tentu saja. Perusahaan sudah menghubungiku, mereka juga sudah tau kalau dia adikku, tapi untuk selebihnya... katanya mereka yang akan menanganinya. Dunia dimana kamera mengelilingiku, aku tidak akan membiarkan orang yang penting bagiku terlibat. Jadi, aku...

Ayah : Daripada terjadi kesalahpahaman, tinggal umumkan saja kalau dia itu adikmu. Tidak ada alasan bagimu untuk tidak bisa melakukannya kan?!

Chikage : Soal itu... Aa (tertohock!), benar juga... ya. Aku akan segera menghubungi perusahaanku. Terlebih lagi ini bukan hanya tentang keributan, aku pikir tindakanku ini tidaklah cukup, mungkin aku juga harus melakukan konferensi pers.

Ibu : Tidak usah... sampai seperti itu...

Chikage : Maafkan aku, ibu. Bagi ayah, ayah sudah tau hal seperti ini akan terjadi karena aku berada di dunia entertainment, betapa sulitnya itu dan bagaimana pengaruhnya ke keluarga, tapi bagi ibu... berbeda, kan?

Ibu : Kamu salah, aku hanya mengkhawatirkanmu...

Chikage : Terima kasih (atas perhatiannya). Tapi tidak apa-apa. Aku akan mengumumkan kalau dia adalah adikku, bukan pacarku... sebagaimana semestinya.

(Menyalakan TV) Hari ini kami akan menyiarkan langsung konferensi pers dari seorang model terkenal, yaitu Shiraishi Chikage. Oh, sepertinya dia sudah ada disini.

Reporter : Shiraishi-san, siapakah wanita yang ada difoto itu?
Reporter : Rumor mengatakan kalau dia bukanlah seorang model (sepertimu), benar?
Reporter : Apakah pasanganmu itu seorang mahasiswi?

Shiraishi Chikage : Saya minta maaf. Saya akan memberitahukan tentang hal itu jadi bisakah pertanyaannya nanti saja? Jika kalian bertanya sekaligus, saya juga akan bingung harus mulai darimana.

Shiraishi Chikage : Sekali lagi, terima kasih atas waktu berharga anda. Pada awalnya, saya tidak ingin mengadakan konferensi pers dalam situasi seperti ini. Sedikitnya informasi akan membuat situasi menjadi rumit. Hal ini juga telah mempengaruhi publik dan keluarga saya, jadi saya akan menjelaskannya.

Shiraishi Chikage : Pertama-tama, saya minta maaf karena telah menimbulkan keributan. Saya benar-benar minta maaf. Tapi, wanita yang bersama saya hari itu bukanlah pacar saya. Wanita itu adalah...

Reporter : Shiraishi-san, sebenarnya dia siapanya anda?
Reporter : Apakah anda ragu untuk mengatakannya?
Reporter : Kalau anda diam seperti itu, kami juga tidak akan tau.

Shiraishi Chikage : Wanita itu adalah... orang yang saya cintai.
Reporter : Berarti kalian belum berpacaran?
Shiraishi Chikage : Saya tidak ada niatan seperti itu. Dunia dimana sesuatu bisa menjadi sebuah keributan seperti ini, saya tidak ingin melibatkannya. Saya selalu mencintainya. Tapi saya pikir saya harus mengakhiri perasaan ini.

Karena ini sudah terjadi, aku ingin kamu mengetahuinya. Sampai sekarang, aku minta maaf. Aku selalu, selalu mencintaimu. Mungkin menjijikkan bagimu karena aku berpikir seperti ini tapi... aku benar-benar serius.

Reporter : Eh? Eh? (ribut).

Kamu belum tidur, kan? Pintunya... Ah, tidak apa-apa jika tidak dibuka. Cukup dengarkan saja. Hari ini, mungkin aku sudah membuatmu terkejut. Aku tidak bisa mengatakan kalau kamu adalah adikku. Aku tidak pernah menganggapmu sebagai adikku. Aku benar-benar minta maaf tapi apa yang aku bilang semuanya benar!

Setahun yang lalu, ketika ayah memperkenalkanmu sebagai anggota baru keluarga ini, aku pikir kamu sangat imut. Itu bisa dibilang jatuh cinta pada pandangan pertama. Aku jadi memikirkanmu terus. Aku ingin tau hal sekecil apapun dan apapun akan kulakukan agar kamu senang.

Aku tidak ingin kamu pergi kemana-mana. Selalu berada disebelah kamarku, alangkah baiknya jika kamu hanya bicara padaku. Eheheh (tertawa kecil). Aku tau aku egois, tapi jika itu benar-benar terjadi, aku ingin mengurungmu. Lalu kamu tidak akan bertemu orang lain, jadi, selalu... selalu... di duniamu hanya ada aku. Lalu kamu akan melihatku sebagai seorang laki-laki.

Aku hanya memikirkan hal bodoh. Ini menjijikkan, kan? "Orang yang berpikir kalau dia adalah kakaknya, sudah memperlihatkan hal yang menjijikkan seperti ini kepadanya". Kamu pasti tidak ingin tau. Tapi aku sudah ada pada batasku. Aku... aku menciummu waktu hujan deras itu. Aku tidak bisa menjadi kakakmu. Aku ingin kamu menjadi milikku. Aku tidak mau menyerahkanmu pada siapapun. Aku berharap saat itu waktu berhenti. Lalu, kita hidup bahagia...

Hanya ini yang bisa kukatakan. Tentang penilaian publik... perusahaan akan berkerja sama untuk mengatasinya. Semuanya akan segera tenang kembali. Hei, di dunia seperti ini kan ada banyak hal? Itu... seperti... menutupi sesuatu agar tidak membuat keributan, misalnya? Jadi, kamu tidak usah khawatir. Aku akan melindungi duniamu.

Dalam beberapa hari, aku akan pergi dari rumah ini. Soal masalah ini, cukup mengejutkan karena penggemar sepertinya sudah menerimanya, tapi aku memutuskan untuk tidak muncul lagi di TV. Meskipun kamu tidak menyalakannya, aku pastikan kamu tidak akan melihat wajahku lagi dirumah ini. Jadi, jangan khawatir. Aku... harus melindungimu dari diriku!

Aku ingin berada disampingmu tapi itu tidak mungkin.
Aku benar-benar minta maaf. Kalau begitu, bye...

Aku bilang aku akan pergi dari sini dalam beberapa hari, tapi lebih cepat lebih baik kan. Ini adalah salahku karena sudah meninggalkan kenangan yang buruk. Aku bilang... aku mencintainya. Itu adalah hal yang indah yang tidak bisa kulakukan. Kakak tirinya ternyata melihatnya seperti itu, bisa saja hal ini dapat membuatnya trauma. Jika hal itu dapat membuat hidupnya tidak bahagia, tidak bertemu lagi dengannya juga tidak apa-apa, ini demi kebahagiaannya...

Tok tok tok... (suara dinding dipukul terus menerus).

Eh, ini bunyi dari kamar sebelah?
Aku... kamu mau memaafkan aku yang seperti ini?
Aku juga... ingin berbaikan!
Aku tidak mau berpisah dengan cara begini...

(Pintu dibuka) Si... lakan masuk. Anu... Hari itu, untung saja aku ingat bagaimana caranya kita berbaikan. Jika tidak, aku tidak akan menyadari perasaanmu. Kamu kesini ingin bicara denganku, kan? Terima kasih. Aku...

Eh? Anu... kenapa kamu... memelukku? Heh? Hah? (terkejoet!). Kamu punya perasaan yang sama denganku? Itu artinya... Kamu mulai menyadarinya pada saat aku menyelamatkanmu? Ah, setelah acara minum-minum waktu itu? Apaan? Jadi pas hujan deras itu, kamu juga sadar? Emm. Emm. Begitu kah? Begitu ya. Kamu juga tidak mengatakannya karena aku adalah kakakmu? Bukan? Jadi, kenapa?

Sadar disini itu maksudnya bukan sadar akan perasaan kakaknya, tapi adiknya mulai sadar kalau kakaknya itu seorang cowok gitu loh, bukan cuma sekedar "kakak" (・∀・ )♡

Ah?! Ahahahah... Ternyata kamu khawatir karena aku bilang aku menyukai seseorang ya? Jadi begitu ya. Kamu cuma berpikir kalau kamu tidak pantas untukku. Haha. Makanya waktu itu kamu bertanya bagaimana pakaian yang pantas denganku?

Apakah kamu selalu berpikir kalau kamu tidak pantas denganku? Kamu ini konyol juga ya. Bagiku orang yang paling imut itu cuma kamu loh. Meskipun aku bilang tidak pantas, tapi aku hanya menginginkanmu. Aku tidak perlu orang lain. Kamu saja sudah cukup.

Orang yang kucintai itu...

Saat pagi hari, di kamar sebelah, dia membuka matanya. Malam hari saat tidur, di kamar sebelah, dia tidur dengan lelap. Sekarang, dia tidak ada disebelah kamar, tetapi dihadapanku. Eheh (tertawa kecil). Apa ini tidak menjijikkan? Hmm, aneh ya. Padahal perasaanku ini perasaan cinta loh, kenapa kamu cuma bilang aku ini seperti penguntit? Apa tidak ada kata-kata lain? Tapi, tidak usah khawatirkan itu. Aku tidak akan menyembunyikan perasaanku lagi. Izinkan aku mengatakan semuanya (kiss).

Pertama kali aku menciummu, itu saat kamu tertidur. Aku sangat ingin menyentuhmu, tapi semakin aku menyentuhmu, semakin aku ingin melenyapkan perasaan itu. Tapi kalau sekarang, kamu akan memaafkanku kan? Ah! (peluk).

Mulai dari sekarang, kamu panggil saja aku Chi-kun. Tapi, memanggilnya bukan sebagai kakak, tapi sebagai pacar. Aku juga tidak akan memanggilmu adik lagi (kiss). Aku mencintaimu. Aku tidak akan melepaskanmu lagi. Aku tidak akan menyerah kalau soal kamu. Jika aku ingin mengurungmu, daripada di kamar sebelah, aku akan mengurungmu dalam pelukanku (kiss). Apa boleh seperti itu? Kalau begitu kamu juga, kamu bisa lakukan apa saja padaku (kiss).

Track 08:Aku tidak akan melewatkan kesempatan lagi (もう絶対に逃さない)

Ah, apakah kamu sudah selesai mandi? Ayo kita tidur sebentar. Kesini deh. Hah, sudah lama juga ya sejak saat itu. Perusahaan juga sudah memberikan regulasi. Kita mulai tinggal bersama disini dan tidak ada yang tau. Ahahah (tertawa kecil). Kamu... akan selalu jadi milikku (kiss).

Aku merasa jahat sekali karena sudah membuat orangtua kita terkejut. "Meskipun kalian tidak sedarah, tapi tetap saja kalian adalah kakak adik", aku pikir mereka akan berkata seperti itu dan menentang pernyataanku. Ya, jadi terasa ringan. Ekspresi mereka terlihat seperti, "Jadi memang seperti itu kan!". Kalau dipikir lagi, pada saat mereka melihat foto itu, reaksi mereka memang sudah terlihat aneh. Dengan sengaja bilang, "Umumkan kalau dia adalah adikmu!".

Biasanya hal yang perlu kulakukan hanyalah membantah semua keributan tentang percintaanku. Lagipula, hal itu tidak terlalu membuat perusahaan menjadi heboh, pilihan seperti,"Tunggu semuanya jadi tenang dulu lalu baru diskusikan" juga ada. Terasa sesak sih jadi tidak bisa memikirkan apa-apa, tapi aku senang hasilnya jadi seperti ini.

Lihat, karena kita meninggalkan rumah, orangtua kita adalah orangtua kita, mereka bisa menikmati bulan madu mereka yang tertunda kan? Katanya mereka akan pergi liburan lagi loh. Ah, dimana ya? Aku ingat kalau mereka mengatakan akan pergi ke luar negeri. Karena telah merepotkan mereka, aku meminta maaf dan menghadiahkan mereka tiket liburan.

Iya, tak apa. Kamu mau pergi kemana? Aku akan membawamu kemana saja, tapi... kamu harus selalu ada di dekatku paling tidak satu meter jauhnya, kamu tidak boleh melepaskan tanganku, tidak boleh berbicara dengan orang yang tidak dikenal, tidak boleh melihat laki-laki lain dan juga...

Apakah aku terlalu berlebihan (dalam mengekangmu)? Ingin berduaan saja dengan orang yang dicintai, bukankah itu hal yang biasa? Yah, jika kamu berpikir seperti itu, aku ingin kamu sungguh-singguh melakukannya. Kamu cuma punya aku begitu juga sebaliknya. Laki-laki yang sangat mencintaimu seperti ini, kemanapun kamu mencari tidak akan ada lagi.

Hei, apakah kamu benar-benar mengerti? (kiss). Jangan buat aku menahannya lagi. Bagian perasaanku yang menumpuk ini, terima saja semua (kiss). Kamu... karena kamu berada dikamar sebelah, pasti kamu tidak sadar kan bagaimana aku saat aku memikirkanmu dan bagaimana ekspresi wajahku? Sekarang lihatlah sesuka hatimu (kiss). Wajah laki-laki yang terlihat tersiksa karena kamu memenuhi pikirannya. Di matamu hanya ada aku dan akupun begitu, aku tidak perlu melihat orang lain. Aku akan memberikan semuanya, kamu juga harus seperti itu. Aku mencintaimu (kiss). Aku mencintaimu (kiss).

Ah, apakah aku bisa melanjutkannya? Padahal aku berniat untuk menunggu sampai kamu siap, tapi aku sudah tidak dapat menahannya lagi. Aku ingin lebih dekat denganmu. Sekarang memang jaraknya lebih dekat jika dibandingkan dulu, tapi itu sama sekali tidak cukup. Lagipula, aku tidak bisa jika tidak denganmu. Jadi, ayo kita menjadi satu!

Tidak pergi kemana-mana, tidak ada yang bisa mengambilmu dariku. Aku akan selalu menjagamu.
Mendekapmu dan tidak akan melepaskanmu lagi (kiss). Aku mencintaimu, sampai kapanpun, selamanya (kiss).

Pendapat setelah mendengar drama ini » Drama CD ini menggambarkan pentingnya orang yang berada di sebelah kita, gaisss. Sebenarnya maenu bukan seiyuu fave, ini kebetulan aja bisa dengerin drama cd nya jadi sekalian diterjemahin itung-itung update blog heheh. Ceritanya biasa aja sih, udah banyak kan cerita kayak gini kalau di drama cd mah, tapi okelah buat ngabisin waktu kalau ada waktu luang (≧ڡ≦*)V

Binnalette
Binnalette in wonderland, made with